![]() |
| Forum dialong antara MWCNU Widang dengan PRNU Pacarpeluk berlangsung sangat dinamis dan penuh antusias. |
[Pacarpeluk,
NUP] - Pengalaman PRNU Pacarpeluk menggerakkan jamaah dan jam’iyyah melalui
pengelolaan zakat, infak dan sedekah terus menarik perhatian banyak pihak. Mereka
pun silih berganti datang langsung untuk menggali informasi secara langsung.
Ahad, 1 maret
2020 ganti puluhan kader penggerak MWCNU Widang, Tuban bersama perwakilan
pengurus rantingnya hadir di PRNU Pacarpeluk. Rombongan ini dipimpin oleh rois
syuriyah MWCNU Widang, M. Rohimin Ridwan dan ketua UPZIS MWCNU Widang, Suyoto. Mereka
melakukan kunjungan kerja yang disebutnya sebagai studi tiru pengelolan koin
sedekah.
Rombongan tamu
ini diterima di beranda masjid Baitul Muslimin yang berada di depan Rumah Pergerakan
NU Pacarpeluk. Forum ini pun
diselenggarakan secara sederhana sambil lesehan.
Saat menyampaikan
sambutan atas nama rombongan, M. Rohimin Ridwan mengungkapkan, "Meskipun
kami dari MWC, namun kami
tidak malu belajar dari Ranting ini. Kami ingin bisa menghadirkan maslahat
sebagaimana yang telah dilakukan oleh NU Pacarpeluk."
Sebenarnya UPZIS MWCNU
Widang sudah bergerak dan melangkah dengan membuat UPZIS tiap ranting. Mereka
juga telah mengajak jamaahnya untuk berpastisipasi dengan menjadi donatur
kaleng koin sedekah (munfiq).
"Kami
sudah mengambil lebih dari 3000 kaleng yang kami sebar di seluruh ranting sekecamatan
Widang. Lebih dari 60% kaleng-kaleng itu telah tersebar
kepada para munfiq.",
jelas Suyoto saat memberi pengantar dialog dalam forum itu.
Ketua UPZIS
MWCNU Widang ini
menyampaikan bahwa dirinya ingin menyemangati para kader penggerak NU lainnya
dengan menggali pengalaman dari NU Pacarpeluk. Bagi mereka, NU Pacarpeluk ini
unik. "Gerakannya
dari di ranting, namun sangat fenomenal karena gaungnya sangat kuat.",
imbuhnya.
Forum dialog antar kader penggerak NU itu berlangsung sangat
aktif. Mereka silih berganti bertanya kepada Nine Adien Maulana. Ketua PRNU
Pacarpeluk ini pun dengan antusias menjawabnya sekaligus membuka rahasia
mengapa gaung NU Pacarpeluk yang kuat.
"Kami
memanfaatkan media sosial dan jaringan internet untuk publikasi dan menarik
perhatian dan simpati masyarakat.", jelas guru SMAN 2 Jombang ini. Lebih
lanjut ia menjelaskan bahwa cara semacam ini
sangat murah dan mudah dilakukan, namun pengaruhnya sangat besar.
Nine Adien Maulana juga menambahkan, "Sinergi dengan
Pemerintah Desa harus juga dilakukan. Jangan egois dengan keNUan kita, kemudian
mengabaikan Camat, Kades dan pemangku wilayah lainnya."
Lebih dari dua jam, dialog interaktif itu berlangsung. Para kader
penggerak NU sangat antusias bertanya. Mereka seolah ingin membongkar dan
membuktikan kebenaran kisah sukses NU Pacarpeluk sebagaimana yang telah mereka
dengar.
Tepat pukul 12.00
forum dialog ini pun diakhiri bersamaan dengan dipukulnya bedug Dhuhur.
Rombongan ini pun ikut shalat berjamaah lalu pamit undur diri untuk melanjutkan
perjalanan ziarah ke makam muassis NU. {abc}

0 Comments