![]() |
| UPZIS PRNU Pacarpeluk adalah bagian integral dari PC LAZISNU Jombang. |
[Pacarpeluk,
NUP] - Mengapa wabah virus Corona/Covid-19 massif direspon masyarakat
dunia? Selain karena menyebabkan kematian cepat dan penyebarannya sangat cepat
melalui kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung, harus diakui
bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus Corona/Covid-19 adalah penyakit
kelompok elit. Mereka yang pertama kali tertular dan menularkannya adalah
kelompok masyarakat berada yang baru melakukan perjalanan luar negeri, misal
umroh, wisata atau bisnis internasional.
Aktivitas ini memang hanya dapat dilakukan oleh
orang-orang yang berharta. Kelompok masyarakat ekonomi lemah sepertinya tidak
wajar jika mampu melakukannya. Kalau tho mereka melakukan perjalanan luar
negeri, tentunya bukan untuk tujuan wisata atau travelling,namun dalam rangka
menguatkan ekonomi di kampuang halamannya dengan menjadi pekerja di luar
negeri.
Meskipun awalnya ini adalah penyakit kelompok elit,
namun tidak bisa dielakkan bahwa wabah virus Corona/Covid-19 kini telah menjadi
musuh bersama. Pemerintah pusat hingga paling bawah bergerak bersama-sama melawannya dan
menanggulangi penyebaran virus ini. Berbagai lembaga sosial juga mengambil
bagian dalam gerakan ini dalam beragam aksi. Ada yang memberikan bantuan
obat-obatan dan peralatan medis. Ada pula yang memberikan santunan kepada
kelompok masyarakat lemah (dhu’afa) yang terdampak. Penyemprotan disinfektan
pun dilakukan berbagai pihak di berbagai tempat.
Tetap tinggal di dalam rumah atau bekerja dari rumah
menjadi salah satu himbauan Pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya memang
mulia yakni untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona/Covid-19 dalam
masyarakat.
Bagi kelompok berada tentu himbauan bahkan instruksi
ini adalah sesuai yang menyenangkan. Mereka bisa santai berada di dalam rumah
masing-masing, sedangkan tiap bulan tetap mendapatkan gaji. Sebaliknya bagi
kelompik masyarakat bawah yang lemah, tentu hal ini sangat menyakitkan.
Seharian berada di dalam rumah bagi mereka berarti tidak mendapatkan
penghasilan di hari itu. Jika hal ini dilakukannya berhari-hari sedangkan kerja
utama penghasilan mereka adalah di luar rumah tentu akan memunculkan masalah
baru bagi keluarga mereka.
Memang ini adalah dilema bagi masyarakat lemah. Keluar
rumah dikhawatirkan tanpa disadari tertular dan atau menularkan virus yang bisa
menyebabkan kematian. Sebaliknya berdiam diri dan tetap berada di dalam rumah
dengan tiadanya penghasilan tetap juga berpotensi menyebabkan masalah akibat
kelaparan.
Dalam kondisi dilema seperti ini maka semangat Bersama
Melawan Corona yang paling tepat diwujudkan adalah dengan bersama-sama mengamalkan sabda
Rasulullah Muhammad SAW. “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak
pernah bisa mendahului sedekah.” (HR Imam Baihaqi). Dengan sedekah ini maka
dilema ini akan bisa ditanggulangi, lebih-lebih jika sedekah ini disalurkan
melalui institusi amil zakat yang amanah. Institusi ini akan berperan sebagai
badan penjamin sosial masyarakat yang menyalurkan sedekah, infak dan zakat
kepada masyarakat secara tepat dan merata.
Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin semuanya
harus tetap berada di dalam rumah. Harus ada yang bekerja di luar secara
terbatas dan waspada terhadap penyebaran virus ini, salah satunya adalah
institusi amil zakat yang menyalurkan bantuan dan santunan kepada mereka yang
lemah agar tetap terjamin kehidupannya.
Bagi anda yang berada, maka tidak sepatutnya anda memborong
masker, hand sanitizer, cairan disinfektan, vitamin C dan sembako. Semuanya itu
tidak akan menjamin kita terhindar dari virus, malah akan menimbulkan masalah
baru dalam masyarakat.
Tetaplah bersikap wajar meskipun tetap berada di dalam
rumah. Jika harus memborong, maka boronglah sedekah dengan cukup mentransfer
donasi kepada institusi amil zakat. Inilah yang akan menyelamatkan kita dari
balabencana dan membahagikan kaum lemah meskipun tetap berada di dalam rumah
masing-masing. Mari lawan Corona dengan sedekah! {abc}
Ditulis oleh:
Nine Adien Maulana (ketua PRNU Pacarpeluk)

0 Comments